Minggu, 30 Agustus 2015
Mahasiswa Akpar Majapahit Belajar ’’Ice Carving’’
SURABAYA - Sekitar 50 mahasiswa baru jurusan Kuliner (Tata Boga) Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit tahun akademik 2013/2014 --kelas pagi dan siang-- belajar memahat dan mengukir es (ice carving). Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah jurusan Kuliner di lembaga pendidikan tersebut.
Mereka antusias mengikuti teori dan praktik memahat es yang disampaikan Sukamto, staf pengajar Akpar Majapahit, di area parkir sepeda motor kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Selasa (22/10) siang.
Peralatan yang disediakan untuk praktik mengukir es antara lain gergaji, alat pahatan/ukiran (aneka ukuran dan bentuk), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastik dan stereoform.
Untuk mengukir balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala leher dan sayap.
Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.
Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap --sesuai bentuk mal-- dengan pemahat berujung segitiga, untuk memberi kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa. Dengan ketelitian tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan mengukir es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan.
Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktik langsung bagaimana tata cara memahat dan mengukir es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.
Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya. Pada gilirannya bikin tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni mengukir es dan buah. (ahn)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar